Jackie Welch July 23, 2026 0

INFO TEMPO – Bupati , Eka Putra, bersama perwakilan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sedang mencari solusi untuk mengalihkan Dana TKD Tambahan guna memperkuat sistem di 68 hektare sawah dan menangani kerusakan pada dua . Upaya ini dilakukan saat kunjungan kerja di kawasan Bukit Patah Gigi, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Di lokasi tersebut, ditemukan bahwa BWS V Padang telah menanam pipa sebagai sodetan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian masyarakat. Namun, parit irigasi darurat saat ini masih menggunakan lapisan plastik terpal biru, yang merupakan solusi sementara untuk menjaga pasokan air tetap mengalir ke lahan pertanian. “Jalur irigasi ini sangat vital, karena ada 68 hektare lahan pertanian yang bergantung pada aliran ini,” ujar Eka Putra.

Mawardi, salah satu warga setempat, mengusulkan agar terpal darurat tersebut segera diganti dengan sistem yang lebih permanen. “Kami mohon ada anggaran dari pemerintah agar jalur irigasi ini lebih tahan lama. Semua petani sangat bergantung pada irigasi ini,” tuturnya kepada Tempo. Usulan ini mendapat tanggapan positif dari Bupati Eka Putra, yang menyatakan kesediaannya untuk menyesuaikan prioritas penggunaan Dana TKD Tambahan berdasarkan hasil pemetaan di lapangan.

Eka Putra menambahkan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat telah berubah dibandingkan dengan saat perencanaan anggaran awal. Oleh karena itu, prioritaskan alokasi TKD Tambahan perlu disesuaikan untuk membangun jaringan irigasi yang akan mendukung produktivitas sawah. Fernando H. Siagian, perwakilan Kemendagri, juga mendukung pergeseran anggaran ini, dengan mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mengatur penyesuaian penggunaan anggaran dalam situasi tertentu.

Perubahan alokasi anggaran juga diharapkan dapat menyentuh dua jembatan yang rusak akibat pada Mei 2026. Jembatan Tanjung Enau di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, mengalami putusnya akses yang membuat 81 kepala keluarga terisolasi, karena jalur utama menuju permukiman mereka tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Dalam kondisi darurat, masyarakat setempat membangun jembatan sementara dari batang pohon kelapa, sementara Pemkab berkoordinasi dengan TNI AD untuk mendirikan Jembatan Bailey sebagai jalur alternatif.

Jembatan kedua, yaitu Jembatan Pulau di Nagari Lubuk Jantan, juga mengalami kerusakan parah yang memaksa petani mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk membawa hasil panen mereka. Melihat kondisi darurat ini, Bupati Tanah Datar mengambil langkah untuk menyesuaikan alokasi TKD Tambahan agar pembangunan kedua jembatan tersebut dapat dilaksanakan segera, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk masing-masing jembatan.

Category: 

Leave a Comment