TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, mengungkapkan bahwa Universitas Republik Indonesia akan mengutamakan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pengumuman mengenai pendirian institusi pendidikan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 22 Juli 2026.
“Salah satu fokus utama adalah STEM, tetapi tentunya akan ada banyak program studi lainnya. Misalnya, dalam bidang kesehatan dan kedokteran,” ujar Aris di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Aris menjelaskan bahwa perhatian Prabowo tertuju pada persiapan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, negara ini masih tertinggal dalam hal teknologi. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan pendidikan di sektor STEM.
“Tidak mungkin kita memiliki sumber daya alam yang melimpah tetapi sumber daya manusia yang rendah. Jelas bahwa kita memiliki berbagai jenis sumber daya alam, tetapi hingga saat ini, kita masih tertinggal dalam teknologi,” kata Aris.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Prabowo berkomitmen untuk mempromosikan pendidikan STEM, agar bangsa Indonesia dapat menguasai teknologinya sendiri di masa depan.
Namun, Aris menambahkan bahwa Universitas Republik Indonesia tidak hanya akan fokus pada program studi di bidang sains dan teknologi. Melalui institusi ini, pemerintah juga akan memperkuat sektor kesehatan, termasuk pendidikan kedokteran. “Bidang kesehatan dan kedokteran juga perlu ditingkatkan karena saat ini sangat kurang,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pendanaan untuk Universitas Republik Indonesia akan berkaitan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Namun, ia tidak dapat memastikan skema pendanaan, termasuk apakah seluruh dana akan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Universitas Republik Indonesia nantinya akan menerima sebagian dana, tetapi saya belum tahu. Kami akan memeriksa lebih lanjut. Jika tidak salah, ada keterkaitan dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” jelas Purbaya.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantik Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara Jakarta dan bersamaan dengan pelantikan Yos Sunitiyoso, seorang profesor bisnis dari Institut Teknologi Bandung, sebagai wakil gubernur.
Setelah pelantikan, Donny menyatakan bahwa Universitas Republik Indonesia merupakan institusi baru yang dibentuk khusus untuk mendidik calon pejabat pemerintah dan pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Presiden sangat peduli terhadap sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin masa depan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Donny, Universitas Republik Indonesia berencana untuk mendirikan sepuluh kampus. Lulusan dari universitas ini akan mendapatkan gelar yang setara dengan universitas lainnya. “Akan ada dokter, sarjana, insinyur, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Banyak,” tutupnya.
