Penyelundupan sabu 12 kg asal Malaysia ke Surabaya digagalkan Bareskrim Polri
Jackie Welch April 19, 2026 0

Jakarta – Bareskrim Polri baru saja berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 12 kilogram yang diduga berasal dari Malaysia. Penangkapan ini terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Sabtu (18/4) dan melibatkan satu orang tersangka yang kini ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Awal Terungkapnya Kasus

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) oleh petugas di area pelabuhan. Kecurigaan muncul saat pemeriksaan X-ray terhadap sebuah tas hitam menunjukkan adanya benda mencurigakan berbentuk kristal.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 12.263 gram dan lima butir inex. Kami langsung mengamankan pemilik barang tersebut untuk diinterogasi,” jelas Eko dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (19/4).

Identitas Tersangka dan Rute Perjalanan

Dari hasil interogasi awal, tersangka yang diidentifikasi dengan inisial Rasad mengaku berniat membawa sabu tersebut ke Surabaya. Ia mengaku memperoleh barang haram itu dari sebuah rumah kosong di Klang, Selangor, Malaysia, atas arahan seorang bernama Rizki.

“Tersangka menerima ongkos sebesar Rp3 juta dan dijanjikan Rp20 juta setelah mencapai tujuan oleh seseorang bernama Farhan yang merupakan suruhan Rizki,” tambah Eko. Untuk mencapai Indonesia, Rasad memulai perjalanan dari Tanjung Balai menggunakan travel, dilanjutkan dengan bus menuju Pekanbaru, sebelum akhirnya menggunakan ojek ke Pelabuhan Bakauheni.

Barang Bukti Lain yang Disita

Selain sabu, petugas juga menyita beberapa barang bukti lain yang menunjang penyelidikan, antara lain:

  • Satu unit telepon genggam
  • Kartu tanda penduduk
  • Uang tunai sebesar Rp2 juta
  • 605 ringgit Malaysia

Dampak Penyelundupan Narkoba di Indonesia

Kasus penyelundupan narkotika lintas negara ini semakin menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi target empuk bagi sindikat narkoba internasional. Dengan lokasi yang strategis dan permintaan yang tinggi, upaya pencegahan perlu ditingkatkan oleh aparat penegak hukum.

Penyelundupan narkoba tidak hanya merugikan masyarakat dari segi kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan tingkat kriminalitas dan menambah beban bagi sistem kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, setiap upaya untuk menggagalkan penyelundupan seperti ini merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat.

Kesimpulan

Penggagalan penyelundupan 12 kilogram sabu asal Malaysia ke Surabaya ini adalah contoh nyata dari komitmen Bareskrim Polri dalam memberantas peredaran narkoba. Proses penyelidikan terus dilanjutkan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik penyelundupan ini.

Category: 

Leave a Comment