JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengemukakan pendapatnya mengenai serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Dalam pandangannya, tindakan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) yang selama ini diikutinya.
Anies menegaskan, Indonesia memiliki sikap politik internasional yang bebas aktif, di mana negara ini seharusnya memilih untuk berdiri di pihak yang sejalan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan, seperti membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan melindungi korban penjajahan. Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut justru memberikan legitimasi kepada pelanggar hukum internasional.
“Kita bisa memanfaatkan situasi serangan ini sebagai alasan untuk menyatakan bahwa Indonesia tidak dapat lagi berada dalam forum perdamaian yang tutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pendirinya sendiri,” tulis Anies di akun Instagram-nya pada Kamis (5/3).
Dampak Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Menurut Anies, menarik diri dari Board of Peace bukanlah langkah yang anti-perdamaian. Sebaliknya, tindakan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia terhadap kemandirian dan integritas bangsa. Ia berpendapat bahwa keanggotaan dalam forum internasional seharusnya tidak mengorbankan nilai-nilai dan warisan bangsa, seperti yang tercermin dalam semangat Konferensi Asia-Afrika.
“Apakah kita rela menukar warisan The Spirit of Bandung hanya untuk menjadi bagian dari sebuah dewan perdamaian yang tidak mampu konsisten dengan namanya sendiri?” tanyanya retoris.
Janji Konstitusi dan Kewajiban Internasional
Anies mengingatkan bahwa dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia berkomitmen untuk menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan pada kebebasan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Komitmen ini, menurutnya, harus dipegang teguh oleh setiap pemimpin dan pengambil kebijakan di Indonesia.
- Serangan ke Iran oleh Israel dan AS sebagai latar belakang
- Pentingnya posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat
- Dampak keanggotaan di Board of Peace terhadap citra Indonesia
Dengan situasi internasional yang semakin kompleks, langkah Anies ini mengundang perhatian dalam konteks politik luar negeri Indonesia. Mengingat posisi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar, sikap terhadap konflik di Timur Tengah menjadi sangat penting, baik bagi stabilitas regional maupun untuk citra global Indonesia.
Kesimpulan
Pernyataan Anies Baswedan mengenai potensi Indonesia untuk keluar dari Board of Peace menggambarkan sebuah refleksi mendalam terhadap nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh bangsa ini. Di tengah ketegangan global, menjadi penting bagi Indonesia untuk tetap teguh pada prinsip-prinsip yang membela keadilan dan kedaulatan, serta tidak terjebak dalam kepentingan-kepentingan besar yang dapat merugikan integritas bangsa.
